Dasar-dasar dan Sejarah Diet Zona

Dikembangkan oleh Dr. Barry Sears, seorang peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Boston dan Institut Teknologi Massachusetts, Diet Zona adalah rencana diet yang berfokus pada keadaan tubuh dan pikiran yang ideal. Ini adalah keadaan pikiran di mana tubuh merasa segar dan pada puncak energi dan kinerjanya. Istilah zona dipinjam dari apa yang sering disebut atlet dengan kinerja puncak di zona di mana mereka mencapai tingkat kinerja yang optimal untuk tubuh mereka.

Dr. Sears, yang kemudian mempelajari lemak dan perannya dalam perkembangan penyakit kronis dalam tubuh, menyusun diet setelah ayahnya meninggal karena serangan jantung pada tahun 1970. Namun konsepnya masih mentah, dan baru pada tahun 1982 ketika komite Hadiah Nobel memberikan hibah penelitian untuk mempelajari Hubungan antara hormon yang disebut eicosanoids dan perkembangan kelompok penyakit tertentu yang mencakup diabetes, masalah jantung, dan bahkan kanker.

Pada tahun 1995 dokter menyelesaikan penelitiannya dan menyusunnya menjadi sebuah buku berjudul Enter the Zone. Itu menjadi buku terlaris dunia, menduduki puncak tangga lagu di seluruh dunia. Hingga saat ini, telah terjual lebih dari empat juta kopi. Buku itu sangat sukses sehingga Dr. Sears menerbitkan 10 buku lagi tentang masalah ini.

Meskipun demikian, para kritikus masih menunjukkan bahwa teori tersebut tidak memiliki banyak manfaat karena tidak ada bukti ilmiah untuk itu. Padahal Zone Diet sebenarnya efektif menurunkan berat badan. Bahkan, beberapa terus kehilangan 1,5 pon setiap minggu. Bahkan ada orang yang tidak kehilangan berat badan dengan diet lain tetapi kehilangan dengan diet Zone.

Diet mendorong daging panggang dan banyak buah-buahan dan sayuran, tentu saja. Orang-orang yang mengikuti program ini akan mendapatkan makanan yang terdiri dari satu potong daging dan dua pertiga buah dan sayuran. Diet terutama terdiri dari 40 persen karbohidrat, 30 persen protein dan 30 persen lemak dalam bentuk lemak tak jenuh tunggal seperti yang ditemukan dalam buah-buahan seperti alpukat, guacamole dan macadamia.

Karbohidrat dimakan melalui buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Terkadang pasta, nasi, dan roti diperbolehkan tetapi hanya dalam porsi kecil. Di sisi lain, protein dimakan melalui potongan daging dan unggas tanpa lemak seperti ayam dan kalkun. Ikan dan produk kedelai juga bisa dimakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *