Carbon Capture Storage (CCS): Teknologi Masa Depan Melawan Pemanasan Global (2)

Teknologi penyimpanan karbon yang disebut CCS adalah teknologi untuk memisahkan karbon dioksida yang dipancarkan oleh pembangkit listrik (power plant) atau proses industri, ditangkap dan diangkut di lokasi tertentu. Selain itu, itu akan disimpan untuk waktu yang lama. Jelas bahwa tujuan CCS adalah untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang mempengaruhi pemanasan global. Pada titik ini, keluarga-keluarga ini menerapkan proses pemisahan dalam beberapa cara seperti pasca-pembakaran. Cara ini biasanya dilakukan pada pembangkit listrik konvensional. Ini akan mengambil setelah proses pembakaran. Asap yang keluar dari cerobong akan dipisahkan menggunakan scrubbing untuk menghasilkan karbon murni.

Metode lain yang terkait dengan pembakaran dan penyimpanan CO2 adalah pra-pembakaran dengan penangkapan sebelum proses pembakaran. Teknologi pra-pembakaran harus mencakup proses lain seperti gasifikasi. Reaktor akan memisahkannya dari bahan bakar lain seperti hidrogen, metana, dan karbon monoksida. Pembakaran siklik bahan bakar kimia dan bahan kimia masih dalam pengembangan untuk menghasilkan metode yang efisien dan efektif. Selanjutnya dipindahkan untuk dibawa ke tempat penyimpanan (storage). Dalam sistem penyimpanan, karbon dioksida dapat disimpan dalam tiga bentuk: padat, cair dan gas. Hal ini tergantung pada tujuan dan lokasi.

Karbon dioksida dapat disimpan pada kedalaman tertentu di dalam Bumi yang disebut geo-segregasi. Metode ini menggunakan teknik injeksi superkritis di bawah tekanan tinggi. Bekas lokasi penambangan ini digunakan sebagai ladang minyak, ladang gas dan tambang batu bara. Dalam keadaan cair, itu dijauhkan dari permukaan laut. Ada cara teknis untuk menggunakan metode ini. Pertama, karbon dioksida disuntikkan dengan kapal atau pipa hingga kedalaman lebih dari 1.000 m. Kemudian larut dalam cairan. Kedua, menyuntikkan karbon dioksida pada kedalaman lebih dari 3.000 meter di mana kerapatannya lebih besar daripada cairan. Konsep lain adalah konversi karbon dioksida menjadi bikarbonat (batu kapur) dan penyimpanan Clara hidrat. Bentuk ketiga disimpan dalam padatan. Ini akan bereaksi dengan oksida logam dan menghasilkan karbonat yang lebih stabil. Semua metode ini akan dibahas dalam posting mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *